Minggu, 27 Februari 2011

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)

Musabaqah Tilawatil Qur'an atau lebih dikenal dengan istilah MTQ merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tingkatan MTQ mulai dari tingkat Kecamatan hingga tingkat Internasional. Banyak yang mengira MTQ hanyalah lomba membaca Al-Qur'an, namun sebenarnya MTQ telah memiliki banyak Cabang lomba, seperti MFQ (Musabaqah Fahmil Qur'an), MKQ (Musabaqah Khattil Qur'an), MSQ (Musabaqah Syarhil Qur'an), dan cabang-cabang lainnya.

Sejak kecil, saya mengenal dunia MTQ melalui guru mengaji saya, yaitu Bapak H.Ardin Kiding. Saat berusia 9 tahun, saya diajak untuk mengikuti MTQ cabang Tartil Qur'an, dan saat itu saya tidak meraih juara, namun banyak hal yang saya dapatkan selama mengikuti MTQ, salah satunya adalah semangat untuk mempelajari Al-Qur'an.


Saya juga mencoba mengikuti cabang lainnya lagi, karena usia saya sudah melebihi batas mengikuti cabang Tartil, jadi saya memilih untuk ikut cabang Syarhil Qur'an atau mensyarah Al-Qur'an. Pada Syarhil Qur'an, terdiri dari 3 orang dalam 1 group, yang memiliki tugas masing-masing. Yang pertama adalah Pensyarah/penceramah, yang bertugas mengkaji dan menyampaikan isi dari materi yang didapatkan, yang kedua adalah qori'/qorii'ah, yang bertugas untuk membacakan ayat suci al-qur'an dengan nada-nada yang indah dan dengan tajwid yang baik dan benar, setelah itu adalah Saritilawah/Penerjemah, yang bertugas untuk menyampaikan terjemahan dari ayat yang dibacakan oleh Qori/Qri'ah tadi.

Saya mendapatkan tugas sebagai Qori'ah atau pembaca Al-Qur'an, dan saya sangat gugup ketika tampil. Pertama kali saya mengikuti cabang Syarhil Qur'an adalah pada saat MTQ tingkat Kabupaten di desa Long Peso, Kabupaten Bulungan, dan pada saat itu group kami meraih juara 1. Alhamdulillah.

Semangat saya dalam mengikuti MTQ semakin besar, setiap tahun saya terus mengikuti MTQ bidang Syarhil Qur'an dan pernah sekali mengikuti cabang Tilawah Remaja, sampai pada kelas 2 SMA saya beralih ke cabang yang lain lagi, yaitu Fahmil Qur'an. Fahmil Qur'an juga terdiri dari 3 orang dalam 1 group. Namun bedanya, Fahmil Qur'an adalah lomba cerdas cermat, yang mewajibkan kita untuk banyak-banyak menghafal materi lomba dan mencari tau tentang islam secara lebih dalam. Saya sangat semangat mengikuti cabang ini, dan saya merupakan juru bicara regu. Selama 3 tahun saya berada di cabang ini, karena saya sudah tidak cukup umur lagi untuk mengikutinya. Alhamdulillah,Selama itu, regu kami selalu mendapat juara dan berhasil masuk tingkat propinsi selama 3 kali. Benar-benar merupakan pengalaman yang luar biasa berharga bagi saya.

Saat ini, saya hanya bisa mengikuti sedikit cabang lomba karena kemampuan saya juga sangat terbatas. Terakhir mengikuti MTQ tahun lalu, saya diminta untuk mengikuti cabang Qira'at Sab'ah, dan menurut saya cabang ini sangat sulit, karena selain harus bisa tilawah dengan baik, juga harus mengetahui kaidah-kaidah dari al-qur'an yang terdiri dari 3 kaidah dan sangat rumit. Saya mendapat juara Harapan pada MTQ tahun lalu, dan saya tidak tau apakah tahun ini bisa lebih baik lagi atau tidak, mohon do'anya yaa...saya akan terus berlatih dan ingin serius di Cabang Qira'at Sab'ah ini...





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar